Sendal keparat!!

In Celoteh 1020 views

Hari ini koq sial banget ……. perut emang lagi laper banget, ini termasuk sial ga yaaa?? Itu belum seberapa, hari ini sebelum jaga Zamro ma Monik dah mampir ke warnet katanya siy mo ngasih kacang ngobrol ma Yuti. Eits … kedatangan Zamro ma Monik ga bikin sial loooo ….. setelahnya itu baru sial. Nah, setelah Zamro dan Monik pergi …. tak berselang lama Monik datang lagi, katanya Zamro ada keperluan di kampus ….. weits ini juga ga bikin sial. Setelah ngobrol ma Monik sebentar dan membiarkan Monik larut dalam tawa cekikikannya cah2 ganjen, akupun kembali mentelengi monitor. La koq dari situ ada user yang minta tolong,

"Mas, ini kenapa koq mousenya ga bisa gerak."

"Bentar ya mas." sahutku

Aku langsung menuju bilik no 1 yang kebetulan letaknya bersebelahan dengan billing. Begitu sampai didepan bilik no 1 langsung terjadi reaksi berantai, yaitu aku terpeleset gara2 sandalku yang lapisan karet bagian bawahnya tidak lagi dapat mencengkram lantai dengan baik …. gedebuuuuuk …. gubraaaaaak …. klontraaaang …. klompreeeeeng….. Dan kepalaku yang bulet ini harus beradu dengan sudut meja yang alhamdulilah tumpul tapi tetap saja bikin pusing belum lagi kabel mouse yang tersangkut tangan dan mengakibatkan mendaratnya mouse tepat dijidatku ……. pletaaakkk ….. Wes pokok e sial, dan untung yang melihat kejadian itu hanya 2 orang user di bilik 7 dan yang di no 1 kebetulan yang no 6 itu kosong. Mungkin user yang lain sempet mendengar suara gemuruh, seperti saat sebelum gempa ….. hheheheee :)). Untungnya lagi Monik tidak melihat kejadian ini ….. kan saya bisa tambah malu. Weh nek cerito ngene malah do reti yooo ….. ;))

Sampai postingan ini selesai dan dipublish kepalaku masih saja ngilu dan leherku pusing …… hiks 🙁

Ada yang mau mijit ga yaaa ….. 🙁 

Oh iya 1 lagi, mungkin sudah waktunya untuk ganti sandal. Mungkin dengan sandal yang baru bisa menambah imut kakiku yang mulus ini …. ya ga kawan2 😛

Related Search

berkelana
berkelana
berkelana sendiri
Soe Hok Gie Quotes
Soe Hok Gie Quotes
1. Tapi sekarang aku berpikir sampai di
Tak Sama
Jogja bagiku sudah tak lagi sama Bapak
debu
kita adalah debu yang menanti untuk terhempas

Top